Jumat, 25 Desember 2015

.Cinta di antara Tembok Berlin.

Seperti dalam mimpi..
Berjalan berdampingan..
Bergandengan tangan..
Memelukmu hangat..
Terhanyut dalam alunan lagu cinta..

Aku dan kamu..
Menjadi satu nama..
Melebur menjadi kita..
Dan bersatu karena cinta..

Terasa seperti dalam mimpi..
Ya memang dalam mimpi..
Terasa begitu dekat..
Sampai ku lupa itu hanya mimpi..

Namun ku tersadar..
Bangun dari tidur lelapku..
Tercengang..
Melihat kenyataan yang ada..

Aku dan kamu..
Tak bisa melebur jadi kita..
Aku dan kamu..
Berdiri diantara tembok cinta..

Bagai tersambar petir di siang cerah..
Begitu sakit yang kurasa..
Ada tembok Berlin diantara kita..
Yang memisahkan cinta kita berdua..

Seribu satu cara telah kucoba..
Untuk runtuhkan jeda diantara kita..
Tuk ciptakan celah untuk bersama..
Tuk ciptakan sebuah cerit cinta..

Namun apa daya..
Tuhan tetap berkata tidak!
Sekarang bukan saat yang tepat..
Tuk rubuhkan tembok antara kita

Biarkan Tuhan saja yang rubuhkan..
Dengan caranya yang tak biasa..
Dan tak dapat kita duga..
Karena Dia punya cara yang lebih indah dari yang dapat kita bayangkan...