Ku berjalan ..
Menyusuri jalan nan sepi..
Tanpa menatap kedepan..
Akupun terus berjalan..
Namun..
Langkahku terhenti..
Ketika aku menabrak sesuatu..
Yang ternyata itu adalah kamu..
Ku menatap ke arah wajah mu..
Ku terpaku akan sinar mata mu..
Dan aku tak kuasa..
untuk berhenti menatapmu saat itu..
Matamu seakan-akan berkata padaku..
Tataplah aku..
Jangan kau palingkan pandanganmu..
Disini hanya aku..
Akulah duniamu..
Tubuh ini pun terhenti..
Seakan waktu berhenti berjalan..
Seakan waktu memberi kesempatan..
Bersamamu walau hanya sekejap..
Namun..
Akupun tersadar..
Setelah ditampar oleh kenyataan..
Bahwa aku hanyalah biasa..
Bahwa ku tak berarti apa-apa dimatanya..
Mata inipun semakin membelalak..
Ketika melihat sesosok yang berada disampingnya..
Yang membuatku ingin mengurungkan langkahku..
Untuk maju kepadamu..
Dia adalah sahabatmu..
Dia berarti segalanya untukmu..
Tak seperti aku..
Tunas baru yang baru muncul kepermukaan..
Aku tau dan aku sadar..
Aku tak semanis dan secantik sahabat mu..
Aku hanyalah sekuntum bunga kecil yang tak kasat mata..
Yang tak mungkin terlihat oleh matamu..
Kini apalah ku punya daya..
Hanya dapat mengagumi tanpa memiliki..
Hanya memandang tanpa dipandang..
Mencintamu tanpa tahu satu hal yang pasti..
Kapan kau akan membalas dengan cintamu jua..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar